Postingan

Drive Save & Drive Carefully

ini hanya sekedar membagi pengatahuan yg telah kujawantahkan.... karena dalam sebulan ini, sudah dua kali sy ditilang pertama : ketika sy mengendarai mobil dan tidak mengenakan sabuk pengaman kedua : ketika mengendarai motor bersama ******** dan tidak memakai helm standar. (yg pada 27 Juni '09 udah kyak sial skali krn hilang mi juga flexy ku kasiannnnn) . Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah dan Slip Biru. Kalau Slip Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri secara hukum. kalau Slip Biru, berarti kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. kita tinggal transfer dana ke nomer rekening tertentu. Kalau kita dapat Slip Merah, berarti kita akan disidang. Dan SIM kita harus kita ambil di pengadilan setempat.setelah itu STNK diambil di Polres setempat.... Tapi ngerti sendiri kan prosesnya? dehhh...... asli antri yg panjang, blum lagi kalau ada ji hakimnya. Belom lagi calo2 yang berkeliaran....

MBS

Mannang Bosi Sulu ji.... Itulah komunitas kita pada masa konyol di smanses dulu...klo nda salah dibentuk tahun 2000, nama ini diilmahami dengan melihat tingkah konyol Almarhum Bocah, yang selalu saja jokka nae motor biar hujan. MBS awalnya hanyalah komunitas kecil di smanses yang di dalamnya ada Bocah dengan kekonyolan ktika mabo' mi...., Buyung dgn Kelalelannya (sampe skarang kyaknya...), Ichal Kallang dengan duriannya, Randy Sunarly dengan tipu2nya yg maha dahsyat, Ade Mahendra dgn cinta2nya ama kakinya yg bussu, Kojek dengan motor andalannya, Bandus dgn sibu2 nah, Yudi dgn bureng2nya, Ilho dgn ketololannya sampe skarang, Dd si Mami gang, Nifa dgn bgitu byk cintanya, Dedy dgn membawa dunia hitamnya, Ri2en-Vivie-Widhy > mreka sibu' dgn senior2 ta'. dan entah siapa lagi yg sering bersama qta.... di samping ana2 smanses, MBS jg punya jaringan di SMA 9 siapa lagi klo bukan bad boy from sengkang >> ERWIN. sama di Bantaeng2 dgn double R nya Ricky dan Randy Jang...

Warung Kopi di Makassar

ngopi diluar rumah saat ini begitu mewabah, telah banyak kita liat warung2 kopi di pinggir jalan ataupun di mall. di Makassar kita mengenal warkop dg.sija, phoenam, kopizone, dottoro, blackcanyyon, excelso. dll. Aktifitas-aktifitas di warkop pun berbagai macam; ada hanya sekedar ngumpul2, rapat, kerja tugas, sampai tempat bolos para PNS atau karyawan ataupun mahasiswa... menu2 warkop pun begitu beragam, ada kopi2 impor dan ada kopi lokal. untuk fasilitasnya rata2 warkop di makassar telah dilengkapi dengan wifi. Lalu bagaimana dengan anda sendiri ? apa motivasi anda untuk ke warung kopi ? dan warung kopi manakah yang anda pilih ? minum kopi di kedai kopi yang mewah seperti blackcanyon atau excelso. Ataukah ke warung-warung kopi produksi local seperti Warkop Daeng Sija, dottor, atau kopizone...? yang jelas tak akan nikmat kopi yang kita teguk bila tidak diselingi dengan mengisap rokok, bagaimana ???   S. Maronie 23 Februari 2009 08.16 pm @Hardware cafe

Agresi Israel Terhadap Palestina; Quo Vadis Piagam PBB

Akhir-akhir ini heandline berita di media massa membahas masalah agresi militer Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza. tentunya Banngsa Indonesia yang pro Palestina dalam kancah Internasional bersikap prihatin terhadpa agresi ini dengan memberikan bantuan-bantuan obat-obatan dan tenaga medis. Dalam konflik ini yang menarik kita kaji, bagaimana sebenranya hukum perang internasional yang termaktub dalam Piagam PBB ? Pada Bab VII Piagam PBB diatur mengenai Tindakan-Tindakan yang Berkaotan Dengan Ancaman-Ancaman Terhadap Perdamaian, Pelanggaran Terhadap Perdamaian, dan Tindakan Agresi. ada beberapa Pasal pokok dalam bab ini yaitu: Pasal 39, 40, 41, 42 dan 51. sebelum membahas pasal-pasal tersebut yang perlu kita perhatikan pada Bab I Pasal 2 ayat 4 yang menyatakan bahwa "Segenap Anggota dalam hubungan internasional mereka, menjauhkan diri dari tindakan mengancam atau menggunakan kekerasan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara ...

Warna Warni Poltik Makassar

Mendekati Pemilihan Walikota dan pemilihan-pemilihan lainnya berbagai macam warna-warni politik di Makassar sangat kiita rasakan, adanya akronim para kandidat walikota (IaSMO, Idial, Hajar, PASmi, RI, Idial, dan berIKRAR), adanya karikatur-karikatur para kandidat (si Pa' ini dan si Pa' itu.... entalah), baliho dan spanduk yang "mengindahi wajah Makassar", serta visi misi dan kata andalan para elite, seperti Bebas sampai mati, listrik murah, bebas korupsi, bla bla bla.... Hal inilah yang membuat sebagian dari 1.3 Jiwa penduduk Makassar di buat pening, sumber kepeningan tentu ada di para elit politik beserta relawan atau bahasa lainnya cuddekke (PISS yah....), KPU, dan Panwas, hal ini membuat mereka terserang deg-degan, mulai bersin-bersin, dan jarang betah di ruangan kerja. tapi tentu ada juga yang masih bisa tersenyum-senyum optimistis karena hasil kerja mereka anggap telah optimal. Kepentingan terhadap warna warni politik di makassar, tidak hanya dialami oleh ket...