Siapakah sesungguhnya bangsa PENCURI yang paling BIADAB, bangsa Malaysia atau bangsa Indonesia...???

Tulisan ini dibuat oleh Vito Andi Sapada Makmur di Grup Facebook Makassar, tepatnya di forum diskusi, ini linknya http://www.facebook.com/topic.php?uid=27623797906&topic=11242

saya sangat tertarik dengan tulisan ini, karena memberikan wawasan mengenai "siapa sebenarnya Nusantara" ?!! 

meskipun penulis tak mencatumkan jelas sumbernya, namun saya mengetahui daeng Vito mempunyai wawasan yang luas menyangkut kebudayaan... tulisan ini mengingatkan saya pada tesis dalam buku Santos yang berjudul Atlantis The Lost Continent Finally Found (The Defi nitive Localization of Plato’s Civilization), menjungkirbalikkan paradigma sejarah dunia yang sudah mapan. Bagaimana tidak, ia menyebutkan Indonesia sebagai pusat peradaban dunia pertama sebelum munculnya kebudayaan Romawi dan Yunani.

ok, ini tulisannya...

---------------------------------------------

Di era 70 hingga 80-an pemerintah Malaysia mengirim dan menyebarkan MAHASISWA-nya hampir ke seluruh dunia. Mahasiswa yang dikirim ke Indonesia jumlahnya sangat banyak dan mereka belajar di perguruan-perguruan tinggi negeri yang terkenal seperti UI, UGM, ITB, IPB dan sebagainya... Selain itu sangat banyak dosen-dosen dari Indonesia diminta untuk mengajar di Malaysia... honornya.... wah... SANGAT MENGGIURKAN...!
Jika dibandingkan dengan Indonesia pada waktu itu Malaysia tertinggal 30 tahun, contohnya; Pada tahun 70-an karya-karya DESAIN mereka sama dengan karya desain di Indonesia tahun 40-an...

Itulah BUKTI KESUNGGUHAN pemerintah Malaysia dalam melakukan 'PEMBIBITAN' kualitas manusia demi BANGSA demi membangun NEGARA-nya... dan BERHASIL...! Mereka saat ini mempunyai perguruan tinggi kelas Internasional... seperti LIM KOK WING.... dan GILA-nya, sekarang banyak orang Indonesia yang belajar ke Malaysia (*atas biaya sendiri)... Lalu hasilnya... si orang Indonesia ini merasa bangga telah belajar di Malaysia.......... HAHAHAHA... Artinya; dalam kurun waktu +/- 30 tahun bangsa KITA bukannya tambah PINTER...malah jadi tambah GOBLOK... Why....Hwy...Ywh... *%$#@... ??? Lah... jadi kualitas pendidikan seperti apa yang telah dilakukan oleh para DOSEN di Indonesia pada saat ini...??? (*kepada para DOSEN di Indonesia saya mohon maaf atas fakta ini...)

Dalam waktu 10 tahun, memasuki tahun 90-an... negeri Malaysia BANGKIT mengejar ketertinggalannya terhadap negara-negara tetangga....begitu juga Singapura. Dan HASILNYA..... mereka kini telah memiliki banyak orang CERDAS yang berbakti kepada negaranya... mereka membangun Malaysia dalam segala bidang hingga Malaysia kini menjadi negeri yang BERDAULAT atas dirinya sendiri....!

Berkaitan dengan persoalan pembangunan NEGARA dan BANGSA... inilah kunci SUKSES Malaysia dan negara tetangga yang lainnya... yaitu:

"SEGALA LEMBAGA PENDIDIKAN HARUS BERLANDAS KEPADA POTENSI BANGSA DAN NEGARA, HARUS MERUJUK KEPADA KEBUTUHAN NEGERI... HARUS SESUAI DENGAN BUDAYA BANGSANYA...!!!"

Saat ini dunia pendidikan di Indonesia dari TK sampai Perguruan Tinggi semakin morat-marit... hingga terpaksa (DIPAKSA) untuk memproduksi SARJANA (*karbitan), memproduksi manusia BERGELAR KESARJANAAN S1, S2, S3.... yah... hanya untuk menunjukan kepada dunia bahwa negara kita juga "banyak loh yang berpendidikan...!" ... Dari sini munculah BISNIS PENDIDIKAN... DUNIA PENDIDIKAN DIJADIKAN LAHAN INDUSTRI, DUNIA PENDIDIKAN DIJADIKAN LAHAN KOMODITI..... ya ampuuun.... rakyat kena ditipu lagi dah...! Maka jangan heran jika para SARJANA-nya tidak ada yang PEDULI terhadap kondisi NEGARA dan BANGSA tempat mereka hidup berketurunan...!

Kembali kepada so'al Malaysia......
Setelah Malaysia memiliki manusia CERDAS yang BERBAKTI dan MENGABDI kepada negaranya, kini tinggal "BAGAIMANA MEMBANGUN KEBANGGAAN ATAS NEGARANYA..." sehingga kelak generasi bangsa berikutnya mereka akan merasa BANGGA sebagai ORANG MALAYSIA !!! (*tunggu 100 tahun yang akan datang).... oleh sebab itulah mereka harus membangunnya lewat SEJARAH BANGSA MALAYSIA...! Demi bangsa dan negara cara apapun harus mereka tempuh...! (*HEBAT BUKAN....??? ...dari pada bangsa Indonesia yang justru berusaha menghapus dan melupakan sejarah leluhurnya sendiri... GOBLOG BUKAN...???)

Jaman dulu Malaysia itu hanya sebuah kerajaan kecil di bawah KEMAHARAJAAN NUSANTA-RA (*bahkan sejak jaman DIRGANTA-RA). Dewa Niskala Wastukancana pernah menjadi raja di Malaka dengan gelar HYANG TUAH (Hang Tuah). Setelah Kemaharajaan Nusanta-Ra AMBRUK di abad 17 maka Malaysia dan Barunai (Borneo) memisahkan diri... dan mereka bergabung dalam persekutuan tentara Islam hingga KEDATUAN ACEH-pun jatuh dan berobah menjadi KESULTANAN ACEH (Serambi Mekah).

Dengan berbekal BACK-UP teori-teori bangsa Barat tentang BUDAYA MALAYU, maka budaya NUSANTA-RA pun DI-MALAYU-KAN bahkan tidak tanggung-tanggung DI-INDIA-KAN pula... hingga seolah-olah leluhur bangsa KITA itu dulunya BANGSA BIADAB yang tidak BERBUDAYA...... ironisnya (*atau malah GOBLOG-nya?) para ILMUWAN INDONESIA-pun turut mendukung teori tersebut... jadi bukannya MERDEKA dan BERDAULAT malah negeri kita kembali DIJAJAH dalam bentuk SEJARAH dan KEBUDAYAAN...!

Dukungan teoti BARAT kepada Maysia tentang BUDAYA MALAYU yang di "YA" kan oleh bangsa Kita sendiri pada akhirnya menjadi BUMERANG... NUSANTA-RA yang kini berobah menjadi INDONESIA dulunya adalah PUSAT KEKUASAAN & PERADABAN DUNIA... teori Malaysia mengatakan "Masa PUSAT kok ada dipinggir...? Ya, tentunya ada di TENGAH dong... dan itu MALAYSIA !!!" (*dilihat dari peta Bumi).
-------------------------------------------------------------------

Kesimpulan :

1. Pendidikan di Indonesia saat ini TIDAK BERTUMPU kepada POTENSI dan KEBUTUHAN NEGARA.

2. Pendidikan di Indonesia kini telah menjadi KOMODITI USAHA... LAHAN BISNIS INDUSTRI PENDIDIKAN yang menguntungkan.

3. Produksi SARJANA (apapun gelarnya) di Indonesia TIDAK MENGARAH kepada FUNGSI-GUNA KENEGARAAN DAN KEBANGSAAN... bahkan cenderung MANDUL dan IMPOTEN.... gelar-gelar KESARJANAAN hanya menjadi GAYA HIDUP yang menguntungkan individu dan 'lembaga' sebagai DAYA JUAL di INDUSTRI PENDIDIKAN........ (ini sangat memalukan !)

4. Malaysia BERHASIL membangun negara-nya bukan karena mengoleksi para SARJANA, melainkan mengumpulkan PARA PEJUANG yang telah dicerdaskan otaknya dengan berbagai keilmuan.

5. Malaysia saat ini sedang berusaha mengumpulkan data-data dan menyusun argumentasi agar kelak dapat meng-klaim (mengaku) sebagai PUSAT PERADABAN di wilayah ASIA.... Malaysia Mercusuar ASIA ..... dan INDONESIA itu hanya negeri pinggiran (ring paling luar di Benua Asia) yang pernah diterangi oleh PERADABAN MALAYU.

6. Seperti hal-nya tentang TEORI BUDAYA MELAYU.... maka KELAK nasib SEJARAH NUSANTA-RA pun tidak akan jauh berbeda... sebab suatu saat mereka akan MENGATAKAN bahwa : PUSAT PERADABAN DAN KEBUDAYAAN MALAYU ADA DI MALAYSIA MAKA PULAU-PULAU INI adalah MILIK BANGSA KAMI...!!! (Ooww...tetttttoooooowww....dwewewewew...%#$@!!!)

Jadi, visi dan misi negara Malaysia yang akan dicapai adalah MEMBANGUN KEBANGGAAN BAGI GENERASI YANG AKAN DATANG.... SALUT UNTUK MALAYSIA... SELAMAT BERJUANG... !!!
(Kalo udah berhasil...tolong bantu anak-cucu bangsa Indonesia yah... jangan lupa kasih makan secukupnya...!)
------------------------

Siapakah sesungguhnya bangsa PENCURI yang paling BIADAB, bangsa Malaysia atau bangsa Indonesia...??? Jawabannya tentu saja bangsa INDONESIA...!!!

Pemahaman Dasar :
Berlandas kepada keberadaan konsep TRI-SU-LA-NAGA-RA di jaman Dirganta-Ra, Swarganta-Ra, Dwipanta-Ra hingga Nusanta-Ra maka Kemaharajaan di negara kita dijalankan berdasarkan KESETIAAN terhadap sistem Karesian/Kedatuan, Keratuan/Keraton, Rama, & Sang-HYANG.

1). Rasi atau Datuk / Datu ---> Kadatuan / Kedaton, sebagai panata negara diwilayah paling luar (ring 3 atau external goverment).
2). Ratu (Raja) ---> Karatuan / Keraton, sebagai panata nagara bagian dalam (ring 2 atau internal goverment).
3). Rama = Maharatu atau Maharaja sebagai pemangku KEBIJAKAN TERTINGGI (ring 1).
4). Hyang = ...negara berlandas kepada nilai Agung dan Adi-Luhung atau KETUHANAN (wilayah inti yang paling sakral / suci).

Konsep kenegaraan ini disebut sebagai "SITUMANG" yang tersirat dalam legenda DA HYANG SU-UMBI dan SANG GURU HYANG.

Mengkaji tentang perselisihan RE-PUBLIK INDONESIA dengan MALAYSIA yang konon melakukan "pencurian kekayaan" negara tentunya perlu dikaji kembali secara bijak melalui berbagai sudut pandang yang berbeda. Artinya perlu dipertanyakan kembali :

"APA YANG MELATAR-BELAKANGI MALAYSIA MELAKUKAN HAL TERSEBUT...?"

ANALISA :
Dalam proses membangun jati diri bangsa demi kepentingan generasi dimasa mendatang, Malaysia harus menggali seluruh potensinya dari berbagai mata-rantai pembentukan "negara dan bangsa" dalam hal ini tentu saja data alur SEJARAH merupakan bagian yang paling PENTING.

Malaysia, melalui kesadaran atas pentingnya JATI DIRI yang bukan sekedar IDENTITAS SEMATA tapi juga sebagai DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER KECERDASAN MENTAL dan SPIRITUAL, KEHORMATAN dan KEBANGGAAN BANGSA maka Malaysia harus menelusuri kesejarahan diri mereka...!

KRONOLOGIS :
Maka, Malaysia harus mengakui bahwa dulunya wilayah mereka merupakan pusat pemerintahan Kedatuan Malaka atau daerah KEDATUAN yang berada di bawah KERATUAN NUSANTARA. Saat ini kita mengenalnya sebagai 'Kerajaan' Malaysia. Setelah KALAH oleh gempuran tentara ISLAM gelar penguasa Malaysia berobah menjadi KESULTANAN (simbol kekalahan dari tentara Islam), namun demikian hingga saat ini 'raja-raja' kecilnya masih menyandang gelar "Datuk" (Rasi).

Runtuhnya Kedatuan Malaka mengakibatkan jebolnya PINTU GERBANG KEMAHARAJAAN NUSANTARA hingga KEDATUAN Aceh-pun pada akhirnya runtuh dan berganti menjadi KESULTANAN. Aceh sebagai 'dermaga' mejadi tempat berlabuh dan berkumpulnya pasukan perang ISLAM hingga mereka menyebutnya sebagai SERAMBI MEKAH (*lihat legenda Putri HIJAU dan MERIAM).... lalu disusul dengan kejatuhan Kedatuan Deli, Batak, Padang hingga penghancuran Sri Wijaya.

Demikian selanjutnya IBU PERIWI tidak dapat lagi mempertahankan dirinya akibat penyusupan PENGKHIANATAN dan PENGHAPUSAN IDEOLOGI BANGSA hingga puncak kejadiannya adalah ketika Laksamana Laut GAN ENG CU atau GAJAH MADA menghancurkan Keraton KADIRI (Majapahit / Maha Raja Purahita) serta merebut PATAKA NAGARA (Citra Resmi Dyah Pitaloka atau LAMBANG KEKUASAAN MAHARAJA NUSANTARA / Lambang Ibu Pertiwi) dalam PERISTIWA BUBAT (*Kudeta Berdarah) hingga menewaskan Prabhu LINGGA BUANA yang saat itu posisinya sebagai RAMA AGUNG yang akan melantik HAYAM WURUK.... singkatnya adalah Gajah Mada dan kroninya berusaha MEMUTUSKAN SISTEM PEMERINTAHAN antara RATU dan RAMA.

Setelah berhasil merebut PATAKA NAGARA, Gajah Mada menyangka bahwa ia akan dapat menguasai ('mempersatukan') seluruh Nusantara hingga ia berani bersumpah PALAPA... sebab CITRA RESMI DYAH PITA LOKA berada di tangannya. Misi Gajah Mada TIDAK BERHASIL, sebab masih banyak KEDATUAN yang tidak mau tunduk (Bali, dll.) dan masih setia kepada KEMAHARAJAAN NUSANTARA yang SAH.

Misi Islam beserta pasukannya dilanjutkan oleh WALI SANGA, seperti :
1. Laksamana Laut Bong Swee Ho (Sunan Bonang)
2. Laksamana Laut Ja Tik Su (Sunan Drajat)
3. Laksamana Laut Sam Po Bo (Sunan Ampel)
4. Laksamana Laut Gan Shi Ciang
4. Laksamana Laut Ma Ceng Ho
5. Jin Bun (Rd. Fatah)
......dll..... hingga misi merebut Nusantara itu dilanjutkan oleh Sunan GUNUNG JATI (Laksamana Laut Kin San, sering disebut sebagai Prabhu Kiansantang).

Setelah runtuhnya Kemaharajaan Nusantara maka di negara kita terjadi VACUM OF POWER (kekosongan kekuasaan) dari abad XVI hingga XVIII. Penghapusan IDEOLOGI BANGSA NUSANTARA dilakukan terus-menerus dan turun temurun, dari pemutar-balikan fakta sejarah, perpecahan bangsa, pengkhianatan, hingga proses PEMBODOHAN dan PEMISKINAN Bangsa..... Akhirnya VOC (Perusahaan Dagang Belanda) dijadikan KAMBING HITAM (katempuhan buntut maung)... padahal BELANDA pada saat itu sedang DIJAJAH oleh PERANCIS... jadi... MUSTAHIL Belanda menjajah Nusantara.

Menyadari kondisi seperti itu (Vacum of Power) maka para pemuda di seluruh Indonesia dalam gerakan kepemudaannya (Celebes, Ambon, Sumatra, Jawa, dll) menyatakan diri sebagai Putra Bangsa...dalam ikrar SUMPAH PEMUDA. Hal ini tentu saja akibat KESADARAN para pemuda pada saat itu yang menyadari bahwa MAHARAJA NUSANTARA SUDAH 'TIDAK ADA' (selama 300 tahun...!) Maka, dari pada jatuh ketangan 'MUSUH' (?) lebih baik diambil alih... Terpilihlah Soekarno sebagai penanggung-jawab negara (pemimpin) yang pertama dengan sebutan PRESIDEN.

Lalu, negeri NUSANTARA berganti nama menjadi INDONESIA, dari konsep negara KERAJAAN berobah menjadi RE-PUBLIC... padahal... "publik" (rakyat) awalnya hanya NUMPANG HIDUP di wilayah kerajaan.

Ketika konsep REPUBLIK, ditawarkan kepada seluruh wilayah Nusantara (Indonesia) untuk bergabung dalam PEMERINTAHAN REPUBLIK (Kepresidenan), maka terdapat DUA (2) KARESIAN (Kedaton) yang menolak untuk bergabung, yaitu KEDATUAN MALAYSIA dan KEDATUAN BORNEO (Baruna / Brunai)......... mereka.... "TIDAK MAU BERKHIANAT UNTUK YANG KEDUA KALINYA KEPADA MAHARAJA NUSANTARA....!!!"
(*....di duga termasuk KEDATUAN BIRMA dan THAILAND).

Malaysia dan Brunai memilih untuk memisahkan diri dari REPUBLIK INDONESIA yang senyata-nyatanya telah BERKHIANAT KEPADA PENGUASA NEGARA NUSANTARA yang SAH...!!!

Saat ini, bangsa INDONESIA sedang berusaha mati-matian untuk MENGHAPUS JATI DIRI-nya, sebaliknya MALAYSIA dengan bijaksana menggeliat bangkit untuk menemukan JATI DIRI NUSANTARA (*bukan Indonesia...!) yang dulu telah dikubur dan dimusnahkan oleh MUSUH BANGSA dan NEGARA... cilaka 12... yang BENAR dibuat SALAH dan yang SALAH dijadikan KEBENARAN... sungguh bangsa yang BIADAB...!!!

PROTES tentang 'DICURI' nya kebudayaan NUSANTARA oleh MALAYSIA pada prinsipnya hanyalah MALING TERIAK MALING... dan itu-pun hanya karena KETAKUTAN ... takut DIREBUT BARANG DAGANGAN (objek wisata) dan SAMA SEKALI TIDAK ADA URUSANNYA DENGAN KEHORMATAN BANGSA...!!!

Owwww may gad... kenapa semuanya jadi tibaralik ginih....???
-----------------------------------------------------------------------------
 
Tulisan daeng Vito hanyalah sebuah ANALISA saja. tentunya masih banyak kekeliruan didalamnya...!!! tapi semoga itu adalah kekleiruan, karena tentu kita malu sebagai bangsa Indonesia....
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesadaran & Kepatuhan Hukum

Pengertian & Kegunaan Bahasa Hukum

Pengertian & Sumber Hukum Perbankan